Saturday, March 16, 2013

teruntuk papa terkasih

pa, ternyata ubanmu sudah begitu banyak
sudah setua itukah dirimu?
sebanyak itukah pikiran dan kegelisahanmu?

pa, ingatkah engkau saat kau

masih begitu tegap dan kuat
seringkali engkau menaikkanku ke pundakmu,
mengayun-ayun aku di kakimu, menggendongku,
berlari mengejar sepedaku, bermain di bawah rinai hujan
dulu, dulu sekali ketika aku masih seorang bocah kecil

pa, tentu masih segar diingatanmu
sekarang, seringkali kita berdebat, beradu mulut, berteriak,
seringkali aku begitu keras kepala, mengecewakanmu, membuatmu marah,
membuatmu merasa tidak dihargai

pa, ketahuilah dulu ketika aku masih seorang bocah kecil
maupun sekarang ketika aku seorang gadis remaja
rasa sayangku selalu dan tetap
hanya saja dulu begitu mudah menyampaikannya
namun sekarang rasanya kelu
tapi sungguh tak ada yang berubah

pa, aku mohon..
jangan sampai aku yang menjadi penyebab uban-uban di rambutmu
atau kerut-kerut di dahimu
pa, aku mohon..
tetaplah menjadi papaku yang kuat, papaku yang penuh tawa

paapaku yang pahlawan buatku
pa, aku mohon..
jangan beranjak kemana pun, hadirlah dalam setiap momen hidupku
aku butuh lenganmu untuk bersandar, untuk berpegang bahkan untuk menempa

pa, sungguh aku menyayangimu


10:37 PM 3/15/2013 (malam hening dan karena uban)


No comments:

Post a Comment