Thursday, November 12, 2015


kenapa manusia memiliki batas
batas fisik
batas pikir
batas waktu
terlebih batas emosi..
ataukah batas itu hanya rekaan manusia.
toleransi untuk setiap kelemahan agar menjadi lumrah
lalu kalau batas itu tidak ada masihkah manusia itu manusia?

Kamis 12 November 2015 - 23:47 - lelah yang mendera bersama emosi yang terjun bebas

Friday, November 6, 2015

hari ini aku bertanya-tanya
bagaimana caranya manusia berdebar
bukan karena takut, bukan karena tegang, bukan juga karena cemas
entah karena apa. aku tidak punya kata yang tepat untuk mendeskripsikannya.

bagaimana bisa aku berdebar. menahun.
hanya karena seseorang. apakah jantungku tak lelah berdebar?
riuh untuk seseorang yang bahkan tak kutahu akankah debarnya milikku.

Jumat, 6 November 2015 - 13.47 - teruntuk kamu lagi pendebar hati

Monday, September 28, 2015


penat
menjerat
tentangmu
aku
muak
......
ENYAH!

senin, 28 September 2015 - 18:27 - ditengah ribuan buku dan ribuan pilu



Tuesday, September 15, 2015


menurutmu mana yang lebih baik?
membunuhnya langsung atau mematikannya perlahan?
sebelum semua terlalu melukai
sebelum ia menjamur dan mengerak dalam hati

Selasa, 15 September 2015 - 12:12 - siang bolong ditengah panas yang menampar dan membangunkan

Sunday, August 9, 2015


kata orang pertemuan dan perpisahan itu hanya tersirat dalam satu lambaian tangan
seakan-akan semuanya begitu mudah
lalu dinamai apa masa diantara lambaian pertemuan dan lambaian perpisahan itu
...........
sesuatu yang harus dilupakan

minggu, 9 agustus 2015 - 19.42 - di tengah sesusup rasa yang harus segera disudahi setelah menatap punggung yang menjauh, pangkalan kerinci, riau

Friday, July 24, 2015


beribu-ribu kilometer dari rumah membuat aku paham
betapa rumah itu hangat dan nyaman
jauh dari orang-orang terkasih membuat aku mengerti
betapa mereka teramat berarti
sendiri di tempat yang asing membuatku semakin sadar
betapa lemahnya aku
betapa aku perlu Kau, Tuhanku

Jumat, 24 Juli 2015 - 09.10 - dunia antah berantah bernama DCS fiberline RAPP pangkalan kerinci riau

Tuesday, April 21, 2015

hari ini aku hanya ingin menjadi manusia gua
karena mengenal itu melukai
karena mengetahui itu menyesakkan
jadi biarkan aku sendiri di dalam guaku
biarkan aku gelap di dalam ketidaktahuanku
terkadang sepi dan sendiri itu lebih baik

senin, 21 april 2015 - 00:56 - diantara air yang jatuh dari mata, di tengah kepenantan

Thursday, March 19, 2015


tahukah kamu bahwa hati kita adalah rumah
kita memiliki kehendak bebas untuk membangunnya, memugarnya, menatanya atau bahkan menghancurkannya
kita juga memiliki kehendak bebas untuk membuka atau menutup pintunya

dengan apa kamu mau membangunnya?
dengan batu-batu rapuh atau batu yang kokoh?
dengan apa kamu akan memberinya nuansa?
dengan warna kelam atau warna ceria?
dengan apa kamu akan menatanya?
dengan rongsokan atau hal berharga?

mungkin suatu waktu akan ada seseorang datang berkunjung
ia bisa saja mengetuk pintumu
bahkan mungkin mendobraknya paksa
tapi, ini adalah hatimu, rumahmu
lagi-lagi semuanya bergantung padamu

mungkin suatu waktu akan ada seseorang meninggalkan jejaknya
yaa, itu adalah hatimu, rumahmu
hanya kamu yang tahu tempat yang terbaik untuk menyimpan jejaknya
atau bahkan menyingkirkannya jauh

mungkin suatu waktu badai merusak beberapa bagiannya
dan itu adalah hatimu, rumahmu
akankah kamu membiarkannya rusak?
atau memperbaikinya walau perlahan

itu adalah
hatimu
rumahmu
kamu

kamis, 19 maret 2015 - 21:33 - teras rumah tetangga bersama hujan yang berderap-derap

Thursday, January 8, 2015

padahal aku sudah membayangkan kau ada di sana
namun tetap saja debaran ini riuh ketika aku betul-betul melihatmu
terkadang aku ingin kau bisa mendengar debar ini,
aku ingin kau tau siapa penyebab debar ini.

kamis, 8 januari 2015 - 22:07 - disela penat demi sebotol kopi, teruntuk kamu pendebar hati