Showing posts with label wisely. Show all posts
Showing posts with label wisely. Show all posts

Friday, July 24, 2015


beribu-ribu kilometer dari rumah membuat aku paham
betapa rumah itu hangat dan nyaman
jauh dari orang-orang terkasih membuat aku mengerti
betapa mereka teramat berarti
sendiri di tempat yang asing membuatku semakin sadar
betapa lemahnya aku
betapa aku perlu Kau, Tuhanku

Jumat, 24 Juli 2015 - 09.10 - dunia antah berantah bernama DCS fiberline RAPP pangkalan kerinci riau

Thursday, March 19, 2015


tahukah kamu bahwa hati kita adalah rumah
kita memiliki kehendak bebas untuk membangunnya, memugarnya, menatanya atau bahkan menghancurkannya
kita juga memiliki kehendak bebas untuk membuka atau menutup pintunya

dengan apa kamu mau membangunnya?
dengan batu-batu rapuh atau batu yang kokoh?
dengan apa kamu akan memberinya nuansa?
dengan warna kelam atau warna ceria?
dengan apa kamu akan menatanya?
dengan rongsokan atau hal berharga?

mungkin suatu waktu akan ada seseorang datang berkunjung
ia bisa saja mengetuk pintumu
bahkan mungkin mendobraknya paksa
tapi, ini adalah hatimu, rumahmu
lagi-lagi semuanya bergantung padamu

mungkin suatu waktu akan ada seseorang meninggalkan jejaknya
yaa, itu adalah hatimu, rumahmu
hanya kamu yang tahu tempat yang terbaik untuk menyimpan jejaknya
atau bahkan menyingkirkannya jauh

mungkin suatu waktu badai merusak beberapa bagiannya
dan itu adalah hatimu, rumahmu
akankah kamu membiarkannya rusak?
atau memperbaikinya walau perlahan

itu adalah
hatimu
rumahmu
kamu

kamis, 19 maret 2015 - 21:33 - teras rumah tetangga bersama hujan yang berderap-derap

Tuesday, October 22, 2013

lihat apa yang kamu telah kamu lalui
lihat apa yang kamu miliki sekarang
lihat siapa yang setia menggandeng bahkan menggendongmu
hadapi masa depan
tidak selalu penuh tawa...
namun bukankah begitu sempurna

Selasa, 22 Oktober 2013 - 17:22 – sore hujan, penuh senyuman dan rasa syukur 



Friday, September 27, 2013

Dunia memang aneh.
Tidak, bukan dunia tapi manusia.
Manusia memang aneh.
Saat aku merasa iri dengan seseorang karena setiap kelebihannya.
Dia yang begitu diperhatikan banyak orang, dia yang begitu disukai banyak orang.
Nyatanya dia merasa iri dengan aku.
Mungkin ini adalah rasa iri yang tidak bertepuk sebelah tangan.
Terkadang aku berpikir apa yang membuatnya begitu iri. Aku hanyalah seorang aku.
Haaaaaaah.. terserah.
Yang sangat pasti, aku akan terus menjadi seorang aku.
Aku tidak akan mengubah diriku, tidak aku tidak mau berubah karena orang lain.
Kalau aku tidak menyukai hitam, lalu kenapa aku harus menyukai hitam hanya karena orang lain menyukainya?
Ya, aku terlalu mencintai diriku sendiri.
Ya, aku terlalu menghargai diriku.
Lalu? Masalahkah?
Kalau aku tidak mencintai dan menghargai diriku sendiri, orang lain pun tidak akan.
Aku adalah mahakarya.
Tuhan membentukku dengan tanganNya.
Ia menenun aku dalam kandungan ibuku.
Kejadianku adalah dahsyat dan ajaib.
Tidak ada satu pun alasan buatku untuk tidak menghargai dan mencintai diriku.
Ya, aku adalah mahakarya.
Ini aku. Selamanya tetap aku.

Jumat, 27 September 2013 - 01.11 - ...

Saturday, July 6, 2013

Suatu hari mama menempel kertas di dinding kamarnya. Biasanya cuma kalender yang mama tempel di dinding. Entah mama dapet kertas ini dari mana, tapi aku mengerti kenapa mama menyukainya. Kertas itu berisi tulisan, begini bunyinya :

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar keikhlasan

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang memaafkan

Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang kesungguhan

Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketangguhan

Ketika kau harus membayar biaya yang seharusnya tidak perlu, maka saat itu kau sedang belajar tentang kemurahan hati

Tetap semangat, tetap sabar, tetap tersenyum, terus belajar karena kita sedang menimba ilmu di universitas kehidupan.