Showing posts with label littlethingcalledlove. Show all posts
Showing posts with label littlethingcalledlove. Show all posts

Saturday, October 13, 2018


lalu setelah waktu berlalu
aku bertanya
mengapa debar ini beku

lalu setelah rasa berujung
aku nelangsa
mengapa tawar ini berbisa

...mematikan
...membekukan

aku lupa
bagaimana rasanya menjadi istimewa
aku lupa
bagaimana rasanya berbunga
aku lupa
bagaimana rasanya cinta

...
atau memang cinta punya masa
lalu kini kadaluarsa
...


kalau cinta itu bara
mengapa kau tidak pernah menyulutnya kembali
mengapikannya agar menyala

kalau cinta itu bara
mengapa kau biarkan air mata...
memadamkannya.

P A D A M .


Jumat, 13 Oktober 2018 - 01:20 - aku yang sedang berharap didengar

Wednesday, February 14, 2018

teruntuk:
      kamu lagi, pendebar hati

sampai di masa ini, bukan tidak pernah aku bayangkan
dulu. aku membayangkannya. sering kali.
dengan harap. dengan cemas. dengan ragu. dengan sendu.

sampai di masa ini, walaupun sering kali aku bayangkan
tetap saja mengejutkan.
bagaimana kamu yang jauh menjadi sauh hariku.

dan di masa ini, bukannya tanpa ragu, cemas, atau sendu.
tapi di masa ini tetap dengan harap lalu dengan tawa.
dan di masa ini, bertambah dengan syukur:

          "betapa aku beruntung
            untuk setiap tatapan, untuk setiap sabar
            untuk setiap pengertian, untuk setiap perhatian
            untuk aku dan kamu yang menjadi kita"

Rabu, 14 Februari 2018 - 16:53 - aku, yang sedang merasa beruntung di hari kasih sayang yang tidak perlu dirayakan


       

Friday, November 6, 2015

hari ini aku bertanya-tanya
bagaimana caranya manusia berdebar
bukan karena takut, bukan karena tegang, bukan juga karena cemas
entah karena apa. aku tidak punya kata yang tepat untuk mendeskripsikannya.

bagaimana bisa aku berdebar. menahun.
hanya karena seseorang. apakah jantungku tak lelah berdebar?
riuh untuk seseorang yang bahkan tak kutahu akankah debarnya milikku.

Jumat, 6 November 2015 - 13.47 - teruntuk kamu lagi pendebar hati

Tuesday, September 15, 2015


menurutmu mana yang lebih baik?
membunuhnya langsung atau mematikannya perlahan?
sebelum semua terlalu melukai
sebelum ia menjamur dan mengerak dalam hati

Selasa, 15 September 2015 - 12:12 - siang bolong ditengah panas yang menampar dan membangunkan

Sunday, August 9, 2015


kata orang pertemuan dan perpisahan itu hanya tersirat dalam satu lambaian tangan
seakan-akan semuanya begitu mudah
lalu dinamai apa masa diantara lambaian pertemuan dan lambaian perpisahan itu
...........
sesuatu yang harus dilupakan

minggu, 9 agustus 2015 - 19.42 - di tengah sesusup rasa yang harus segera disudahi setelah menatap punggung yang menjauh, pangkalan kerinci, riau

Thursday, January 8, 2015

padahal aku sudah membayangkan kau ada di sana
namun tetap saja debaran ini riuh ketika aku betul-betul melihatmu
terkadang aku ingin kau bisa mendengar debar ini,
aku ingin kau tau siapa penyebab debar ini.

kamis, 8 januari 2015 - 22:07 - disela penat demi sebotol kopi, teruntuk kamu pendebar hati

Sunday, November 9, 2014


Saat aku bertaruh
Kau membuat aku kalah
Saat aku mengaku kalah dan mundur
Kau datang seenaknya!

Aku hanya ingin bisa membaca pikiranmu.

minggu, 9 november 2014 - 21:51 - lagi-lagi hujan dan semua rasa yang tak pernah tentu

Saturday, July 26, 2014


aku merangkai kata menjadi paragraf
paragraf tentang aku dan kamu
bukan! bukan paragraf berisi kisah kita
karena diantara kita tidak ada kisah
hanya ada rangkaian kata aku - kamu
     dan kini aku membubuhi titik di paragraf aku - kamu
               aku - kamu (titik)

sabtu, 26 juli 2014 - 22:37 - malam jemu dengan rasa tanpa asa

Tuesday, July 15, 2014


terlalu banyak kata yang ingin kutuliskan tentangmu
hingga tak satu pun sanggup kujabarkan
tapi aku harus! demi kelegaan hati!

ya, aku menyukaimu. memikirkanmu di setiap jeda waktuku.
makanya aku berharap menjadi sangat sibuk hinggga tak ada waktu untuk itu.
aku benci waktu ketika aku akan terlelap dan waktu ketika aku bangun.
isinya hanya kamu kamu dan kamu. ah aku benci!

lucunya aku dan kamu semakin menjauh.
seperti dua orang asing.
untuk bertukar sepotong halo saja sulit.
atau karena aku terlalu salah tingkah di dekatmu?
tapi kenapa dulu begitu mudah untuk saling bersapa bahkan bercakap?

aku iri!
iri dengan banyak orang yang dengan mudahnya bisa menghabiskan waktu denganmu.
rasanya mengapa hanya aku yang tidak punya alasan untuk berada di sekitarmu
tidak adil, sungguh!
aku hanya butuh alasan. alasan untuk ada di sekitarmu.

lima detik berharga yang aku miliki
hanya lima detik ketika aku dan kamu berpapasan di jalan
aku bersyukur untuk lima detik itu
tapi sungguh itu tak cukup!
aku mau satu jam! satu hari! bahkan lebih!

aku tidak megenalmu. tidak sama sekali.
dan aku mulai lelah
dengan pertanyaan di benakku tentangmu.
tentang apa yang kamu rasakan.
oh baikah! aku mulai muak bahkan!

...tapi sungguh tak mudah bagiku untuk berhenti dan pergi
tapi terlalu sulit juga untuk melangkah dan maju.
aku terjebak! dan aku lelah, aku muak...
bukan salahmu. salahku, salahku menyukaimu.

senin, 15 juli 2014 - 00:44 - ..........................

Thursday, May 15, 2014

hai kamu!
iya kamu!

memang ada siapa lagi?
cuma kamu!

aku merindukan setiap percakapan yang pernah ada
antara kamu-aku-kita
bolehkah aku berharap?
memiliki percakapan itu
lagi

kamis, 15 mei 2014 - 22:31 - rindurindurindu

Sunday, March 2, 2014


langit - bumi
hujan hadir sebagai perantara rindunya

aku - kamu
ketiadaan hadir sebagai perantara rinduku

tiada kata
tiada sua
tiada ada

kamu - aku
..............
......................
nihil

aku kembali iri pada langit hujan bumi

Minggu, 2 Maret 2014 - 22:01 - malam hujan bersama setumpuk rindu

Wednesday, December 11, 2013

mama juara satu seluruh dunia yang Tuhan beri untukku
sangat bersyukur terlahir dari rahimnya
sangat bersyukur menjadi alasan senyum cantiknya

11 Desember 2013 - selamat ulang tahun, ma. aku sayang mama -

Monday, October 14, 2013

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu


tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu


tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu



bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu tabah
bagiku tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan ini
yang bahkan menahan rintik rindunya agar tidak terjatuh untuk pohon itu

bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu bijak
bagiku tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan ini
yang bahkan tak menjejak di jalan itu

bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu arif
bagiku tak ada yang lebih arif dari hujan bulan ini
yang bahkan menyerap sendiri apa yang tak terucap itu

Senin, 14 Oktober 2013 – 19:49 – ketika semua terasa begitu menyesakkan, menahan semuanya sendiri.

Sunday, October 6, 2013

hari ini, hujan merinaikan kisah baru
tentang -kita-


Minggu, 6 Oktober 2013 - 23:34 - kita berlima pemilik hujan malam ini, diantara tawa, gila, celoteh, payung, dan hujan

Sunday, September 1, 2013

Kamu dan aku memang hanya penumpang kapal bernama waktu.
Kapal yang tanpa sengaja berpapasan di tengah laut kehidupan.
Sehingga kita dapat saling bertatap dan menyapa.
Namun kapal ini akan segera berjalan kembali.
Berjalan kearah haluannya masing-masing.
Dan kita pun akan kembali menjadi kamu dan aku.
Kamu dan aku yang asing.
Haaaaah.. sudahlah.
Aku hanya ingin menikmati kamu dari dalam kapalku.
Menyesapi setiap detik hingga kapal ini hanya menjadi titik.


Minggu, 1 September 2013 - 19.11 - duabulanluarbiasa ketika anda menjadi alasan untuk saya merasa sangat bahagia


Saturday, July 13, 2013

ajarku Bapa, lebih mangasihiMu dibanding manusia
ajarku Bapa, lebih merindukanMu dibanding manusia
ajarku Bapa, lebih menginginkanMu dibanding hal lainnya
ajarku Bapa, menjadikanMu dasar dan alasan hidupku

Sabtu, 13 Juli 2013 – 00:23 – ketika ada rasa menyusup dalam hati, membuat kepakan kupu-kupu di perutku (mungkin cinta)