Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada
yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu tabah
bagiku tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan ini
yang bahkan menahan rintik rindunya agar tidak terjatuh untuk pohon
itu
bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu bijak
bagiku tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan ini
yang bahkan tak menjejak di jalan itu
bagi Sapardi hujan bulan Juni yang begitu arif
bagiku tak ada yang lebih arif dari hujan bulan ini
yang bahkan menyerap sendiri apa yang tak terucap itu
Senin, 14 Oktober 2013 –
19:49 – ketika semua terasa begitu menyesakkan, menahan semuanya sendiri.
No comments:
Post a Comment