teruntuk:
kamu lagi, pendebar hati
sampai di masa ini, bukan tidak pernah aku bayangkan
dulu. aku membayangkannya. sering kali.
dengan harap. dengan cemas. dengan ragu. dengan sendu.
sampai di masa ini, walaupun sering kali aku bayangkan
tetap saja mengejutkan.
bagaimana kamu yang jauh menjadi sauh hariku.
dan di masa ini, bukannya tanpa ragu, cemas, atau sendu.
tapi di masa ini tetap dengan harap lalu dengan tawa.
dan di masa ini, bertambah dengan syukur:
"betapa aku beruntung
untuk setiap tatapan, untuk setiap sabar
untuk setiap pengertian, untuk setiap perhatian
untuk aku dan kamu yang menjadi kita"
Rabu, 14 Februari 2018 - 16:53 - aku, yang sedang merasa beruntung di hari kasih sayang yang tidak perlu dirayakan
Wednesday, February 14, 2018
Thursday, March 17, 2016
Friday, January 1, 2016
dunia sibuk
dengan gempitanya
dengan huru haranya
dengan kesia-siannya
berputar, bergelut, berkemelut
dalam detik fananya
hai kamu..berdiamlah
peluklah sunyi
lalu bercerminlah
..................
betulkah ia adalah kamu yang sejati
Jumat 1 Januari 2016 - 18:56 - diantara sepi dan hujan pertama yang membasahi bumi di tahun ini
Thursday, November 12, 2015
kenapa manusia memiliki batas
batas fisik
batas pikir
batas waktu
terlebih batas emosi..
ataukah batas itu hanya rekaan manusia.
toleransi untuk setiap kelemahan agar menjadi lumrah
lalu kalau batas itu tidak ada masihkah manusia itu manusia?
Kamis 12 November 2015 - 23:47 - lelah yang mendera bersama emosi yang terjun bebas
Friday, November 6, 2015
hari ini aku bertanya-tanya
bagaimana caranya manusia berdebar
bukan karena takut, bukan karena tegang, bukan juga karena cemas
entah karena apa. aku tidak punya kata yang tepat untuk mendeskripsikannya.
bagaimana bisa aku berdebar. menahun.
hanya karena seseorang. apakah jantungku tak lelah berdebar?
riuh untuk seseorang yang bahkan tak kutahu akankah debarnya milikku.
Jumat, 6 November 2015 - 13.47 - teruntuk kamu lagi pendebar hati
bagaimana caranya manusia berdebar
bukan karena takut, bukan karena tegang, bukan juga karena cemas
entah karena apa. aku tidak punya kata yang tepat untuk mendeskripsikannya.
bagaimana bisa aku berdebar. menahun.
hanya karena seseorang. apakah jantungku tak lelah berdebar?
riuh untuk seseorang yang bahkan tak kutahu akankah debarnya milikku.
Jumat, 6 November 2015 - 13.47 - teruntuk kamu lagi pendebar hati
Monday, September 28, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)